Situs ini menggunakan cookie teknis (yang diperlukan) dan analitis.
Dengan terus menjelajahi situs ini, Anda menerima penggunaan cookies.

The Girl with the Leica karya Alina Marazzi di Jakarta Film Week

ems

Paris, 14 Juli 1937. Gerda Taro bersiap untuk kembali ke garis depan Perang Saudara Spanyol bersama Robert Capa. Ketika masa lalu dan masa kini saling terjalin, perjalanan hidupnya kembali terungkap: keterlibatan politik, pengasingan, cinta, fotografi, serta tekadnya untuk menggunakan kamera Leica sebagai alat perlawanan dan kebebasan.

Sebuah potret tentang seorang perempuan pelopor yang gugur di medan perang.

Alina Marazzi adalah seorang sutradara ternama yang berkarya dalam berbagai bidang, mulai dari film dokumenter, film fiksi, hingga teater. Fokus utama dalam karya-karyanya adalah subjektivitas perempuan dan citra-citra yang menyimpan kenangan.

Film-filmnya antara lain Un’ora sola ti vorrei, yang mendapat penghargaan khusus dari dewan juri di Festival Film Locarno pada tahun 2002; Vogliamo anche le rose, yang dipresentasikan di Locarno dan memenangkan FOCAL Award pada tahun 2008; serta Tutto parla di te, yang dibintangi Charlotte Rampling dan meraih penghargaan Tao Due – Caméra d’Or di Festival Film Roma pada tahun 2012.

Ia juga menjabat sebagai salah satu direktur artistik UnArchive Found Footage Fest.

  • Diorganisir oleh: Jakarta Film Week
  • Bekerjasama dengan: Ambasciata d'Italia e IIC Jakarta