Pertunjukan Boneka bersama Ignazio Bortot
Kami punya kejutan spesial untuk kalian pada hari Rabu, 14 Oktober 2026! Sebuah pertunjukan teater boneka yang istimewa bersama Ignazio Bortot secara langsung, yang datang jauh-jauh dari Italia! Ignazio adalah seniman multidisiplin yang memadukan puisi visual, teknik manipulasi boneka yang rumit, dan gerakan tubuh untuk menciptakan perpaduan narasi visual dan puitis. Terima kasih khusus kepada […]
Baca lebih banyakDuse karya Pietro Marcello di Jakarta Film Week
Setelah menghabiskan puluhan tahun di atas panggung, Eleonora Duse menengok kembali perjalanan kariernya yang legendaris, yang tampaknya telah mencapai penghujungnya. Namun, di tengah masa-masa kelam antara Perang Dunia I dan kebangkitan Fasisme, sang Divina Duse menjawab panggilan yang lebih kuat daripada segala bentuk kepasrahan dan kembali ke tempat segalanya bermula: panggung teater. Hanya berbekal seni […]
Baca lebih banyakItalian Screens at Jakarta Film Week
Italian Screens, sebuah inisiatif yang dipromosikan oleh Kementerian Kebudayaan Italia dan Kementerian Luar Negeri serta Kerja Sama Internasional Italia, digagas oleh Roberto Stabile, Direktur Departemen Internasional Cinecittà. Inisiatif ini bertujuan untuk mempromosikan peredaran film-film Italia kontemporer di tingkat internasional, sekaligus membuka peluang baru dalam distribusi, produksi bersama (co-production), dan kolaborasi di seluruh sektor audiovisual. Program […]
Baca lebih banyakTrick karya Mario Martone di Jakarta Film Week
Daniele Mallarico, seorang ilustrator ternama, pergi ke Napoli untuk merawat cucu laki-lakinya yang berusia empat tahun selama beberapa hari, ketika putrinya sedang bepergian. Apa yang awalnya tampak seperti tugas sederhana menjaga anak perlahan berubah menjadi duel psikologis yang halus, ketika imajinasi sang anak yang tak terbatas mulai membuatnya merasa gelisah. Terpaksa tinggal bersama di apartemen […]
Baca lebih banyakThe Forbidden City karya Gabriele Mainetti di Jakarta Film Week
Putra seorang pemilik restoran yang terlilit utang bergabung dengan seorang gadis asing yang sedang mencari saudara perempuannya. Bersama-sama, mereka harus berjuang bahu-membahu melawan anggota organisasi kriminal paling kejam di Roma. Gabriele Mainetti adalah aktor, sutradara, produser, dan komponis asal Italia. Film pendeknya, Tiger Boy (2012), terpilih masuk dalam daftar pendek (shortlist) Academy Awards ke-86 dalam […]
Baca lebih banyakBack to Buenos Aires karya Marco Bechis di Jakarta Film Week
Buenos Aires, 2008. Setelah menghabiskan tiga puluh tiga tahun di Italia, Mariano Guerra kembali ke Argentina untuk menghadapi masa lalunya dan memberikan kesaksian melawan mantan perwira militer yang, selama masa kediktatoran, pernah menculik, menyiksa, dan memperbudaknya. Ia ditampung oleh Kementerian Kehakiman bersama para penyintas lainnya. Di sana, ia kembali menjalin hubungan dengan orang-orang yang pernah […]
Baca lebih banyakA Year of School karya Laura Samani di Jakarta Film Week
September 2007. Dari rumahnya di Swedia, Fred pindah ke Trieste, sebuah kota yang menghadap Laut Adriatik, bersama ayahnya yang baru saja menerima jabatan manajerial di kota yang terletak di timur laut Italia tersebut. Berjiwa tangguh dan penuh rasa ingin tahu, Fred mendaftar di sekolah menengah kejuruan setempat untuk menempuh tahun terakhir pendidikan menengahnya. Di sana, […]
Baca lebih banyakThe Tasters karya Silvio Soldini di Jakarta Film Week
Musim gugur 1943. Sejumlah perempuan muda dari sebuah desa dipaksa mencicipi makanan yang disiapkan untuk Hitler. Terjebak di antara ketakutan akan kematian dan siksaan rasa lapar, para pencicip makanan ini menjalin aliansi, membangun persahabatan, serta mengikat diri satu sama lain melalui perjanjian-perjanjian rahasia. Silvio Soldini (Milan, 11 Agustus 1958) adalah seorang sutradara film, penulis skenario, […]
Baca lebih banyakLa Grazia karya Paolo Sorrentino di Jakarta Film Week
Mariano De Santis adalah Presiden Republik Italia. Ia tidak memiliki kaitan dengan presiden mana pun yang pernah benar-benar menjabat; sosoknya sepenuhnya merupakan hasil imajinasi sang penulis. Ia adalah seorang duda dan penganut Katolik, serta memiliki seorang putri bernama Dorotea, yang berprofesi sebagai ahli hukum seperti dirinya. Ketika masa jabatannya mendekati akhir, di tengah hari-hari yang […]
Baca lebih banyakThe Girl with the Leica karya Alina Marazzi di Jakarta Film Week
Paris, 14 Juli 1937. Gerda Taro bersiap untuk kembali ke garis depan Perang Saudara Spanyol bersama Robert Capa. Ketika masa lalu dan masa kini saling terjalin, perjalanan hidupnya kembali terungkap: keterlibatan politik, pengasingan, cinta, fotografi, serta tekadnya untuk menggunakan kamera Leica sebagai alat perlawanan dan kebebasan. Sebuah potret tentang seorang perempuan pelopor yang gugur di […]
Baca lebih banyak